GORESAN TANGAN, GORESAN HATI, GORESAN UNTUK DIRIMU

Sabtu, 11 Februari 2012

Rusuh dan prestasi..

Beberapa hari lalu sempat dikejutkan kita oleh kejadian beberapa oknum suporter yang rusuh dan melakukan sejumlah pengrusakan di kota Jogja. Cibiran demi cibiran pun datang silih berganti menghujat pelaku kerusuhan tersebut. Bahkan ada yang bilang, "pantesan Indonesia tidak ke piala dunia org suprternya rusuh". "Gimana mau juara kalo suporternya rusuh" dan lain sejenisnya. Kata-kata seperti itu acap kali kita dengar ketika ada kejadian rusuh antar suporter di dalam negeri, opini-opini tersebut terdengar agak subjektif karena masyarakat seakan mengkambing-hitamkan suporter atas jebloknya prestasi timnas. Menurut pandangan saya pribadi tidak ada korelasinya rusuh suporter dengan prestasi timnas itu sendiri. Karena pada dasarnya hubungan suporter dengan klub atau tim itu sendiri hanya sebatas hubungan emosional, tidak ada hubungan yang terstruktur layaknya susunan organisasi. Oleh pada karenanya tak cocok rasanya bila kita merefleksikan hujatan kita ke suporter yg rusuh dan menghubungkannya dengan prestasi timnas kita. Sebagai contoh menurut pengetahuan saya sendiri. Tentu kita tidak asing lagi mendengar nama Brazil, Italia, Inggris, Argentina dll. sebagai timnas jagoan di sepakbola dunia yang prstasinya membanggakan. Apakah kita berpikir bahwa suporter mereka santun sehingga prestasi timnas mereka baik? Tidak. Di Negara-negara tersebut suporter sepakbola pun seringkali melakukan kerusuhan, bahkan mungkin lebih parah daripada di negeri kita ini, mereka bahkan tak segan membawa pistol ketika melakukan kerusuhan dan berani melawan polisi bersenjata. Mungkin bisa dibilang ulah suporter disini belum ada apa-apanya, kita masih rusuh menggunakan batu dan kayu kembali ke topik, lalu bagaimana dengan prestasi timnas mereka? Timnas mereka pun mempunyai prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata karena pada dasarnya memang tidak ada korelasinya dengan kerusuhan suporter tersebut. Jika menurut analisis saya yang mempengaruhi prestasi timnas itu sendiri adalah hubungan organisasi, ya organisasi. Jika sebuah negara memiliki sebuah organisasi sepakbola yang baik maka akan menghadirkan Liga sepalbola yang baik, dan jika liga sepakbola tersebut berjalan dengan baik maka sudah pasti akan menghasilkan tim nasional yang baik pula.
Berapa banyak sih warga Jepang dan Korea Selatan dibanding warga kita yang ada sekitar 250 juta orang? Lalu mengapa kita masih saja sulit menciptakan sebuah tim yang berprestasi dibandingkan Jepang dan Korea sebagai Macan Sepakbola Asia yg notabene warganya tak sebanyak kita..
Jawaban itu ada pada organisasi sepakbola kita sendiri.. PSSI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar