GORESAN TANGAN, GORESAN HATI, GORESAN UNTUK DIRIMU

Senin, 28 Februari 2011

Galau

Galau, sepertinya kata-kata ini sudah tak asing lagi di telinga kita, kata yang sedang popular di kalangan remaja ini sering kita temukan di timeline twitter atau beranda facebook bila kita sering memperhatikan status orang lain.

Dewasa ini, remaja sering menuliskan kata galau di twitter atau facebook mereka bila mereka sedang berantem dengan pacar mereka tau bahkan putus (termasuk saya hehe). Sebenarnya apa sih arti galau?

Saya mencoba  mencari arti kata galau di kamus ataupun browsing di mbah google. dan menurut dari yang saya temukan ada beberapa arti kata galau antara lain : bingung, perasaan yang tidak menentu, bercampur aduknya emosi, gundah gulana, perasaan yang tidak enak, tidak tenang yang dapat disebabkan oleh segala hal.

hmm. mungkin itu kali ya arti galau dari beberapa sumber, tidak ada arti yang pasti dari kata galau. tapi saya berkesimpulan pribadi kalau galau itu berarti perasaan kita yang tidak enak yang disebabkan oleh suatu hal yang tidak menyenangkan (sobet kata-katanya haha..) ya begitulah kalo menurut pribadi saya, boleh setuju boleh tidak, lalu bagaimana dengan opini anda? :)

Tapi sebenarnya tau gak sih darimana kata galau itu, dan dari mana sebenarnya para remaja tiba-tiba mendapatkan kata-kata itu? yang kemudian mereka merefleksikannya dengan mengungkapkan perasaan mereka di twitter maupun facebook
selidik punya selidik.. ternyata eh ternyata kata galau itu dari sebuah lagunya Titi DJ.. hmm.. saya sendiri belom pernah tuh denger lagunya hehe.. tapi saya punya liriknya coba cekidot ye...

Titi DJ - Galau
perasaan ini apa namanya
ku takut untuk menyebut apa namanya
bukan karena ku takut salah
tetapi ku takut benar apa yang kurasa
pedih yang menghujam di sanubariku
hancurkan keyakinan yang menjadi kekuatanku
aku jatuh lagi sekali lagi jatuh
untuk sekian kali namun kali ini ku galau
bukan karena ku takut salah
tetapi ku takut benar apa yang kurasa
aku jatuh lagi sekali lagi jatuh
untuk sekian kali namun kali ini ku galau
pedih yang menghujam di sanubariku
hancurkan keyakinan yang menjadi kekuatanku
aku jatuh lagi sekali lagi jatuh
untuk sekian kali namun kali ini aku galau
galau…

gimana? dari liriknya kita dapat menyimpulkan bahwa orang yang di lagu tersebut perasaannya sedang tidak menentu dan takut antara benar dan salah hehehe..

jadi dapat disimpulkan sendiri deh apa arti galau itu jangan malah jadi kontroversi ini kan hanya opini pribadi boleh setuju boleh tidak hehe..

salam galau :)

Minggu, 27 Februari 2011

football is my religion!!


Melihat dari judulnya saja sepertinya terlihat sepertinya kita berbeda keyakinan hmm..

pada dasarnya ini hanyalah sebuah anggapan bagi para penggila sepakbola bahwasanya sepakbola adalah sebuah hal yang magis.
Anggapan seperti itu nampaknya sudah terbiasa diucapkan di beberapa negara sepakbola salah satunya inggris, Sepakbola memang bak punya kuasa magis untuk menimbulkan passion alias gairah tersendiri. Bill Shankly, salah seorang manajer tersukses di Liga Inggris, pernah berkata, “Some people think football is a matter of life and death. I assure you, it’s much more serious than that.”
Mereka yang menganggap sepakbola adalah agamanya, juga menganggap stadion adalah rumah ibadah. Saya menemukan sebuah grup di facebook yang bernama "football is my religion and st andrews is my church". Fyi st. andrews adalah markas bagi klub bernama Birmingham city.
Itu adalah salah satu fans sepakbola di Inggris yang sangat mencintai klubnya bahkan melebihi dan menganggap sepakbola adalah agama mereka. bahkan melebihi dari agama mereka sendiri.

Andibachtiar yusuf  pernah berkata, Pasukan pemerintah El Salvador memasuki perbatasan Honduras karena sepakbola. Seorang suami menembak mati istrinya karena sepakbola di Bucharest. Seorang pria memuncratkan isi kepalanya dengan sebuah peluru karena sepakbola di Buenos Aires. Ribuan supporter Liverpool membantai tifosi Juventus atas nama sepakbola di Brussels. Di jalan raya Istambul, pendukung Galatasaray memukuli dan menikam mati dua pendukung Leeds United karena sepakbola. Di alun-alun kota Roma, seorang wanita memamerkan buah dada dan kemaluannya karena sepakbola. Sementara itu di Jakarta, seorang pria menceraikan istrinya juga karena sepakbola.
itu semua adalah beberapa kejadian yang mengatasnamakan sepakbola yang bahkan dapat mengahancurkan hidup mereka sendiri.

Semuanya pun juga berlaku di Indonesia. Dikutip dari sebuah blog sutradara ternama Andibachtiar Ucup
“Sepakbola adalah hidup, jadi supporter itu juga pilihan hidup,” ujar Heru Joko seorang pendukung fanatik klub Persib Bandung. Ia tentu saja tidak mencoba untuk meniru Bill Shankly yang menganggap “Sepakbola adalah lebih dari sekedar hidup!” Baginya menjadi pendukung sebuah tim sepakbola berarti juga menyerahkan diri, jiwa dan raga pada kebesaran tim itu.
“Saya dan teman-teman mah kecil, Persib yang besar…tanpa Persib kami bukan apa-apa,” ujar pria berkacamata yang mengaku hanya mengenal satu warna dalam hidupnya, Biru. Warna khas Persib Bandung.
“Kalau Persib menang, Bandung berubah jadi Europe!” jelas Ayi Beutik, pentolan supporter Persib Bandung lainnya. Lelaki berusia 38 tahun ini mengaku meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang staf ahli pemetaan untuk menjadi pendukung Persib Bandung. “Hampir seluruh belahan Indonesia pernah saya datangi, tapi setiap mendengar Persib main, rasanya hati ini maunya pulang aja mendukung Persib,” jelas Beutik yang mengenakan kaos kaki sepakbola warna biru di hari pernikahannya.
Totalitas pria bernama asli Suparman ini semakin dibuktikan dengan pemberian nama Jayalah Persibku pada putra pertamanya. “Nama itu sebetulnya doa buat Persib, waktu itu khan Persib nyaris degradasi, rasanya mau nangis ngeliat kondisi Persib saat itu,” di saat Jayalah Persibku lahir, Persib memang tengah berada di zona degradasi Liga Indonesia.
Beutik pun tidak main-main pada nama putranya. Buatnya, putranya yang biasa ia panggil Jaya boleh memilih apapun yang ia mau “Mau jadi artis, mau jadi Presiden, mau jadi penjahat, pokoknya terserah, yang penting dia harus dukung Persib!!!” tegas pria ini tentang putra pertamanya yang sudah mampu melafalkan “Wasit Goblog!!!” di usianya yang ke 8 bulan.
Irlan adalah contoh lain kegilaan pada sepakbola nasional. Aktifis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku telah menyerahkan hidupnya di jalan agama. “Tapi seperti rasul, jalan agama bukan berarti harus melupakan dunia. Artinya gue gak mungkin meninggalkan Persija,” tukas pria berusia 30 tahun yang mengaku hanya mempunya tiga hal penting dalam hidupnya “PKS, Persija dan Manchester United!!!”
Pria keturunan Arab ini adalah salah satu contoh supporter fanatik dari klub Persija Jakarta. Kehidupan sehari-harinya dijalani sebagai seorang pegawai di restoran waralaba asing. Ia pun dikenal sebagai seorang da’i sekaligus kader dari PKS yang dikenal sebagai partai islam berbasiskan pengajian-pengajian. Tapi jika sudah turun di stadion, Irlan bagai berubah total. “Kalau tim kita main, gak ada supporter lawan boleh rese’!” tegasnya.
Lalu apa jadinya jika ada yang rese’? Tentu saja Irlan akan berdiri paling depan menghantam lawan, jika perlu sampai terkapar kelojotan. Jika Anda ingat peristiwa pelemparan terhadap bus sebuah tim lawan di pengkolan Pasar Jum’at, pria inilah yang berdiri paling depan dengan batu terbesar. Tentu saja pria ini—dengan bentuk fisiknya yang khas—cukup populer baik di kalangan aparat, preman stadion maupun kelompok supporter lawan.
“Sepakbola selalu memberikan harapan, maka dari itu kami mencintai sepakbola karena kami mencintai harapan,” ujar Ferry Indrasjarief pentolan kelompok supporter Persija. Jalan hidup pria yang akan berusia 39 tahun ini sangat jelas, jika ‘Dangdut is the music of my country’ maka baginya ‘Persija is the music of my heart!’ Apapun yang dilakukan, klub kesayangannya tersebut selalu mendapat tempat paling utama.
Ia terhitung orang yang cukup gila di kantornya. Bayangkan saja, jika sebuah pertandingan tandang di Tangerang akan dimulai pada pukul 15.30 maka ia sudah keluar dari kantor pada pukul 10.00. Bahkan jika pertandingan kandang yang akan dilakoni, paling lambat pukul 14.30 ia sudah melarikan diri dari kantornya, padahal di kantor tersebut ia cuma seorang pegawai bukan komisaris.
“Kalau harus milih antara kerja atau Persija, gue akan pilih Persija,” tegas pria yang enggan mengaku lahir di Bandung ini. Baginya, hidup selalu akan menemukan jalannya, dan baginya Persija adalah salah satu jalan itu. Bagaimana dengan pacar? Pria yang masih betah melajang ini (itu pun menurutnya karena kesibukannya mendukung Persija-red) menyatakan agak ragu, walau tanpa didesak ia menegaskan “Masak sih gue gak bisa ajak cewek gue ke stadion nonton Persija?”
Jangan heran bila banyak suporter berkelahi dengan suporter lain, karena bagi mereka sepakbola bukan hanya sebuah klub tapi juga sebuah jati diri dan harga diri yang harus dijaga.
Semuanya pun berlaku juga bagi saya, bagi saya sepakbola bukan hanya sebuah klub, bukan hanya sebuah kebanggaan, dan juga bukan hanya sebuah tren, tapi juga sebuah jatidiri dan sebuah pilihan hidup.
Persija..
Persija bagi saya bukan hanya sebuah klub yang diisi oleh 11 orang, bukan hanya klub yang besar bertabur bintang, tapi bagi saya Persija adalah sebuah nama yang merupakan jatidiri saya. Jatidiri saya sebagai orang yang lahir, besar, tinggal dan hidup di Jakarta.

bagi saya org yang rela menonton subuh-subuh pertandingan AC  Milan, Real Madrid, Barca, MU dll. sampai menghabiskan uang mereka untuk sekedar nobar di kafe bahkan sampai ribut karena hanya sekedar membela tim favoritnya yang notabene timnya orang luar negeri bukanlah penggila sepakbola tapi penganut tren sepakbola!! karna seperti yang telah saya kutip diatas  "sepakbola adalah jatidiri!!"

"hidup adalah pilihan, dan saya memilih Persija untuk hidup saya"

sepertinya kutipan "loe asik gw santai, loe usik gw bantai" memang pantas disematkan ke para pendukung Persija Jakarta (Jakmania -Red) yang pasti akan mati-matian membela panji kebanggaan mereka jika harga diri mereka diinjak-injak, begitupun dengan saya yang akan membela jatidiri saya, Persija Sampai Mati!
Jika orang lain bangga dengan sebutan arek Malang, arek Surabaya, budak Bandung dan wong Solo. maka saya bangga dengan sebutan "GUE ANAK JAKARTA!!"